GITJ Ketanggan adalah jemaat Gereja Injili di Tanah Jawa yang melayani warga Desa Ketanggan dan sekitarnya — menjadi rumah rohani yang hangat, sederhana, dan terbuka bagi semua yang rindu bertumbuh bersama Tuhan.
Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) lahir dari benih penginjilan yang ditaburkan Pieter Jansz bersama penginjil pribumi Kyai Ibrahim Tunggul Wulung di sekitar Gunung Muria pada pertengahan abad ke-19, dan diresmikan sebagai sinode pada 30 Mei 1940. Dari akar itu, jemaat-jemaat GITJ tumbuh menyebar di wilayah Pati, Jepara, Kudus, hingga ke luar Jawa.
Kasih Tuhan menggerakkan kami untuk melayani.
Dokumentasi ibadah, komsel, dan kegiatan jemaat GITJ Ketanggan.
“Gereja adalah keluarga, dan setiap orang memiliki tempat di sini.”
Dipercaya untuk menggembalakan jemaat GITJ Ketanggan, Pdt. Satriyo Murti Wibowo melayani dalam pengajaran firman, pembinaan komsel, dan pendampingan jemaat sehari-hari. Jemaat dapat menyapa dan mengikuti pelayanan beliau melalui media sosial berikut.
Kunjungi profil FacebookDatang beribadah, berkonsultasi, atau sekadar bersilaturahmi — pintu GITJ Ketanggan selalu terbuka.
Dukungan Anda membantu pelayanan kami menjangkau lebih banyak orang.